|
Buku The 48 Laws of Power Karya Robert Greene ini tidak menganjurkan perilaku kejam atau tidak etis, tetapi memberikan pandangan dan strategi untuk memahami dan memanfaatkan dinamika kekuasaan dalam interaksi sosial.
Tujuannya adalah untuk membantu pembaca memahami dan mengatasi situasi yang sulit, memperkuat posisi mereka, dan mempengaruhi orang lain secara efektif.
Okai langsung saja kita bahas, apa saja 48 hukum kekuasaan yang dijelaskan dalam buku tersebut, :
Law of Obscure Intentions: Menjaga tujuan dan niat dari orang lain.
Law of Obscure Intentions (Hukum Niat Tersembunyi) adalah berbicara tentang pentingnya menjaga niat dan tujuan Anda agar tidak diketahui oleh orang lain.
Menurut hukum ini, jika niat dan tujuan Anda terlalu jelas, lawan Anda dapat memanfaatkannya untuk memperoleh keunggulan.
Oleh karena itu, penting untuk menyembunyikan niat dan tujuan Anda agar tidak memberikan informasi yang berguna pada lawan. Dengan demikian, Anda mempertahankan kendali dan menjaga keunggulan Anda.
Namun, perlu dicatat bahwa menyembunyikan niat dan tujuan bukan berarti menjadi curang atau tidak jujur. Ini berarti menghindari pengungkapan informasi yang tidak perlu dan menyediakan jalan untuk beradaptasi dan memanfaatkan situasi saat ini.
Sebagai contoh, jika Anda berencana untuk mempromosikan bisnis Anda, maka Anda mungkin tidak ingin membiarkan lawan tahu tentang rencana Anda. Jika lawan Anda mengetahui, mereka mungkin dapat mempersiapkan diri dengan baik dan memperoleh keunggulan. Oleh karena itu, lebih baik menjaga niat dan tujuan Anda agar tidak diketahui lawan.
Contoh dari penerapan Law of Obscure Intentions dalam konteks cinta adalah menyembunyikan perasaan dan niat cinta dari orang yang menjadi objek perasaan Anda. Dalam hal ini, jika Anda terlalu terbuka dan jelas tentang perasaan Anda, Anda mungkin membuat diri Anda lebih rentan dan membuat orang tersebut memiliki keunggulan.
Misalnya, jika Anda sangat terbuka dan terang-terangan tentang perasaan cinta Anda pada seseorang, mereka mungkin mengetahui bahwa Anda sangat tertarik pada mereka dan memiliki kendali atas situasi. Mereka mungkin memutuskan untuk memanfaatkan situasi ini dan membuat Anda merasa sangat terikat pada mereka, memperkuat posisi mereka dan membuat Anda lebih rentan.
Oleh karena itu, lebih baik menjaga perasaan dan niat Anda agar tidak terlalu jelas dan tidak diketahui oleh orang tersebut. Ini membuat Anda mempertahankan kendali dan membuat orang tersebut merasa lebih tertarik pada Anda, karena mereka tidak tahu apa yang Anda pikirkan dan rasakan.
Secara keseluruhan, Law of Obscure Intentions menekankan pentingnya menjaga informasi dan niat pribadi dari orang lain untuk mempertahankan kendali dan memperoleh keunggulan dalam situasi sosial.
Law of Influence: Mempengaruhi orang lain melalui pemikiran dan tindakan mereka.
Law of Influence (Hukum Pengaruh) adalah salah satu dari 48 hukum kekuasaan dalam buku "The 48 Laws of Power" oleh Robert Greene. Ini berbicara tentang pentingnya mempengaruhi orang lain melalui pemikiran dan tindakan mereka.
Menurut hukum ini, Anda dapat mempengaruhi orang lain dengan memanipulasi pemikiran dan tindakan mereka, sehingga mereka berpikir dan bertindak sesuai dengan keinginan Anda. Ini bisa dilakukan dengan cara mengendalikan informasi yang mereka terima, memanipulasi situasi dan konteks, atau mengubah harapan dan asumsi mereka.
Sebagai contoh, jika Anda ingin mempengaruhi seseorang untuk bekerja sama dengan Anda, maka Anda mungkin akan memfokuskan pada keuntungan yang akan didapatkan dari kerjasama tersebut. Ini membuat orang tersebut berpikir bahwa bekerja sama dengan Anda adalah pilihan terbaik dan membuat mereka lebih mungkin untuk bekerja sama dengan Anda.
Menurut hukum ini, penting untuk menyadari bahwa pengaruh adalah bagian integral dari interaksi sosial dan bahwa Anda selalu mempengaruhi orang lain dan dipengaruhi oleh mereka. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana mempengaruhi orang lain dan bagaimana mempertahankan integritas pribadi saat melakukannya.
Secara keseluruhan, Law of Influence menekankan pentingnya mempengaruhi orang lain dengan cara memanipulasi pemikiran dan tindakan mereka sehingga mereka berpikir dan bertindak sesuai dengan keinginan Anda. Ini membantu Anda memperoleh keunggulan dan memperkuat posisi Anda dalam situasi sosial.
Dalam konteks cinta, penerapan dari hukum pengaruh dapat dilihat dalam bagaimana seseorang mempengaruhi pasangan mereka untuk berpikir atau bertindak sesuai dengan keinginan mereka. Contohnya, seseorang mungkin ingin mempengaruhi pasangan mereka untuk memiliki pandangan atau pendapat yang sama tentang hal-hal tertentu.
Mereka mungkin melakukan hal-hal seperti memanipulasi informasi yang mereka terima, memfokuskan pada keuntungan atau hasil positif dari pandangan mereka, atau membuat asumsi dan harapan terkait pandangan mereka.
Namun, meskipun pengaruh dapat membantu memperkuat hubungan cinta, penting untuk diingat bahwa menggunakan pengaruh dengan cara yang manipulatif dapat merusak hubungan dan menghilangkan integritas pribadi.
Oleh karena itu, sangat penting untuk berbicara dengan jujur dan terbuka tentang pandangan dan perasaan sambil mempertimbangkan pandangan dan perasaan pasangan. Ini membantu membangun hubungan yang kuat dan saling menghormati